Simak Rapor Kementerian PUPR dalam 5 Tahun Terakhir

Simak Rapor Kementerian PUPR dalam 5 Tahun Terakhir



Di luar jalan tol, Kementerian PUPR juga turut membangun jalan nasional hingga ke titik terluar negara. Seperti Jalan Paralel Perbatasan di Kalimantan yang membentang melewati Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 1.920 km. Menurut informasi terakhir pada September 2019, progres jalan perbatasan yang membentang dari Kaltara-Kaltim sepanjang 1.068 km sudah mencapai 55 persen dan ditargetkan tembus sepenuhnya pada akhir tahun.

Konstruksi jalan nasional juga turut menyambangi tanah Papua dengan adanya proyek Jalan Trans Papua (4.330,07 km) dan Jalan Perbatasan Papua (1.098 km). Untuk Trans Papua, pengerjaan proyek ini terbagi dalam dua provinsi, yakni di Papua Barat sepanjang 1.070,62 km, dan di Papua dengan panjang total 3.259,46 km.

Saat ini, Jalan Trans Papua di Papua Barat telah tembus seluruhnya. Sedangkan yang terletak di Provinsi Papua hingga akhir 2017 lalu baru tersambung sekitar 2.907 km.

Sedangkan untuk Jalan Perbatasan Papua yang berdampingan dengan Papua Nugini akan menghubungkan Jayapura hingga Merauke sepanjang 1.098,24 km. Pengerjaannya dibagi dalam tiga segmen, yakni Segmen I Jayapura-Yarso-Waris-Yetti sepanjang 128,18 km, Segmen II Yetti-Ubrub-Oksibil sejauh 301,74 km, serta Segmen III Oksibil-Tanah Metah-Muting-Merauke sepanjang 668,32 km. Sampai akhir 2018 lalu, jalan ini sudah tersambung hingga 919 km.

Tak hanya soal jalan tol dan jalan nasional, sumber daya air juga mendapat perhatian Kementerian PUPR. Dalam kurun waktu 2015-2019, instansi berinisiatif mengadakan program pembangunan 65 bendungan dan 1.053 embung untuk menambah jumlah tampungan dan suplai air di Indonesia. Selain itu, Kementerian PUPR juga turut membangun jaringan irigasi seluas 865.393 hektare (ha) dan penyediaan air bersih 21.500 liter per detik selama periode 2015-2018.

Begitu juga terkait penyediaan perumahan yang digalakan lewat Program Sejuta Rumah. Sejak mulai diinisiasikan pada 2015, program ini hingga 2018 telah menyediakan rumah sebanyak 3.542.318 unit.

Adapun pada tahun ini, Kementerian PUPR berambisi untuk menyediakan tambahan rumah sebesar 1,25 juta, atau dalam artian program ini ditargetkan membangun sebanyak 4.792.318 unit rumah sampai penghujung 2019.

Untuk pelaksanaan di 2019 hingga 14 Oktober, pencapaian Program Sejuta Rumah tahun sudah mencapai angka 1.002.317 unit. Namun begitu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid masih tetap optimis target pembangunan 1,25 juta rumah dapat terealisasikan hingga akhir tahun nanti.

"Target tahun ini 1,25 juta, dan (2019) masih sisa 2,5 bulan. Semoga bisa tercapai target tahun ini," ujar Khalawi saat dimintai keterangan oleh Liputan6.com.


Source link